Minggu, 24 Juli 2011

Ini Dia, Kiat Sukses Menerbitkan Buku Best Seller Melalui Self Publishing

July 23, 2011
Filed under: Perbukuan 
cara menerbitkan bukuBelakangan ini, self publishing makin marak saja. Makin banyak penulis (termasuk saya) yang tidak menawarkan naskahnya ke penerbit yang ada, tapi menerbitkannya atas biaya dan upaya sendiri. Selain itu, layanan publishing service pun makin menjamur. Ada indie-publishing.com, nulisbuku.com, leutikaprio.com, dan masih banyak lagi. Secara umum, tugas mereka adalah membantu para penulis yang ingin menerbitkan buku secara self publishing.
Bagi kita sebagai penulis, tentu fenomena ini sangat menggembirakan. Bagaimana tidak? Menerbitkan buku adalah impian hampir semua penulis. Selama ini, banyak di antara kita yang belum berhasil menerbitkan buku, karena masih ditolak di sana-sini. Dengan self publishing, kita bisa menerbitkan buku apapun sesuka kita, dengan cara yang sangat mudah dan cepat. Seratus persen bebas dari penolakan! Betapa bahagianya, bukan?
Tapi pengalaman menunjukkan, kebahagiaan seperti ini seringkali cuma bertahan beberapa hari. Tepatnya beberapa hari setelah si buku terbit.
Ketika si penulis menemukan fakta bahwa bukunya kurang laku, atau dikritik oleh penulis lain bahwa kualitas bukunya masih buruk, maka sang kebahagiaan pun segera berganti menjadi kegalauan.
Self publishing memang memungkinkan setiap penulis menerbitkan buku secara bebas, semau-maunya, cepat, mudah, dan bebas dari segala macam penolakan. Di satu sisi ini sangat menggembirakan. Tapi di sisi lain faktor KUALITAS menjadi masalah tersendiri :)
Salah seorang penulis senior – Pipiet Senja – pernah membahas hal ini di update status Facebooknya. Dia prihatin melihat banyaknya buku self publishing yang miskin kualitas. Coba lihat gambar berikut ini:
cara menerbitkan buku
Saya pun sering melihat buku self publishing yang kurang bagus dari segi konsep. Misalnya, ada buku nonfiksi tapi diberi judul dan cover seperti novel. Atau buku yang temanya sangat bagus, tapi menjadi kurang laku karena si penulis kurang piawai dalam mengatur konsep nilai jual.
cara menerbitkan buku* * *
Tapi perkecualian pasti ada. Buku kumpulan puisi RUANG LENGANG karya mas Epri Tsaqib adalah contoh buku “indie label” yang isinya bagus dan terbukti laris manis. Biasanya, buku kumpulan puisi selalu gagal di pasaran. Pembelinya sangat sedikit. Tapi buku Ruang Lengang justru laris manis, saat ini sudah masuk cetakan ke-2, dan penulisnya sempat diundang ke Malaysia untuk membedah buku tersebut.
Dan ketika mas Epri menerbitkan buku berikutnya – Para Guru Kehidupan – nasib baik pun kembali terulang. Buku ini menjadi best seller dan mas Epri kembali harus repot diundang ke sana ke mari.
cara menerbitkan bukuSalah satu kunci sukses Mas Epri adalah kecermatannya dalam memilih konsep buku yang bagus, mengemas nilai jual yang tinggi, dan mengelola sistem marketing yang efektif.
Terus terang, saya banyak belajar dari buku-buku mas Epri yang diterbitkan secara self publishing. Hasil belajar tersebut – antara lain – yang saya terapkan pada buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat. Alhamdulillah, buku ke-4 saya ini pun bisa diterima dengan baik oleh teman-teman yang ingin menjadi penulis sukses. Bahkan, buku ini sudah memasuki cetakan ke-2. Karena buku ini, alhamdulillah saya pun sering diundang ke sejumlah kota di Indonesia.
Nah, teman-teman mungkin tertarik untuk menerbitkan buku self publishing. Tidak sekadar menerbitkan, tapi ingin agar buku Anda bagus dari segi kualitas, konsep nilai jual dan marketing, serta laris manis di pasaran. Ingin seperti itukah?
Jika ya, teman-teman bisa bergabung dengan kegiatan bertajuk:
Bincang Kreatif, Kiat Sukses Menjadi Penulis Buku Best Seller Melalui Self Publishing
cara menerbitkan buku
Lewat acara ini, saya dan mas Epri Tsaqib insya Allah akan menyampaikan kiat, jurus, rahasia dan panduan bagi teman-teman yang ingin sukses menjalankan self publishing.
Intinya, jangan cuma berpikir “yang penting buku saya terbit.” Tapi mari pikirkan juga, bagaimana agar buku saya ini bagus dari segi kualitas, punya konsep nilai jual dan marketing yang bagus, sehingga menjadi laris manis alias best seller.
Acara ini insya Allah akan berlangsung tanggal 7 Agustus 2011 di Jakarta. Ada acara buka puasanya. Dapat diskon khusus dari Writers Academy. Dapat goodiebag dari Tupperware dan Tabloid Nova, lantas diliput pula oleh Nova.
Kurang keren apalagi, coba?
Pendaftaran & Info Lebih Lanjut:
Bagi teman-teman yang ingin mendaftar, silahkan baca informasi selengkapnya di http://goo.gl/Cqylb.
Kalau ada yang kurang jelas, ingin bertanya lebih lanjut dan seterusnya, silahkan langsung ditanyakan pada link di atas saja ya. Saya cuma pembicara, bukan panitia.
Silahkan klik http://goo.gl/Cqylb.
Semoga bermanfaat. Salam sukses ya :)

Kamis, 21 Juli 2011

Cerpen Koran Minggu


oleh Futicha Turisqoh II pada 20 Juli 2011 jam 14:18

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Kortem

Redaksi
BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman cerpen. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda.
Selamat Menulis Kreatif!

1. Republika
sekretariat@republika.co.id
2. Kompas
opini@kompas.com, opini@kompas.co.id
3. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
4. Jawa Pos
dos@jawapos.co.id, editor@jawapos.co.id
5. Suara Merdeka
triwikromo@yahoo.com
6. Suara Pembaruan
koransp@suarapembaruan.com
7. Suara Karya
amiherman@yahoo.com
8. Jurnal Nasional
tamba@jurnas.com
9. Jurnal Bogor
donyph@jurnas.com
10. Seputar Indonesia
donatus@seputar-indonesia.com
11. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.com
12. Kedaulatan Rakyat
redaksi@kr.co.id
13. Sinar Harapan
redaksi@sinarharapan.co.id
14. Tribun Jabar
cerpen@tribunjabar.co.id
15. The Jakarta Post (English)
editorial@thejakartapost.com
16. Surabaya Post
redaksi@surabayapost.info
17. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
18. Bangka Pos
redaksi@bangkapos.co.id
19. Riau Pos
redaksi@riauposonline.com, habeka33@yahoo.com
20. Sumut Pos
redaksi@hariansumutpos.com
21. Global Medan
tejapurnama@yahoo.com
22.
Berita Pagi

huberitapagi@yahoo.com
23. Padang Ekspres
redaksi@padangekspres.co.id
24. Jurnal Cerpen
jurnalcerpen@yahoo.com
25. Majalah Horison
horisoncerpen@centrin.net.id, horisonpuisi@centrin.net.id,  horisonesai@centrin.net.id dan kakilangit@centrin.net.id (khusus memuat karya-karya pelajar setingkat SMA)
26. Majalah Sabili
elkasabili@yahoo.co.id
27. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
28. Majalah Femina
kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id
29. Majalah Story
story_magazine@yahoo.com
30. Tabloid Nova
nova@gramedia-majalah.com

CONTOH PENGANTAR PENGIRIMAN
[1] Ada contoh bagus dari almarhum Kuntowijoyo, yang dicuplik pengasuh Horison pada cover majalah itu, Mei 2005.
Assalamu’alaikum w.w.
Redaksi Horison Yth.
Bersama ini saya kirimkan naskah “Maklumat Sastra Profetik”, meskipun terlalu panjang untuk format majalah. Karena itu, mohon jangan merasa di-faith accompli dan dipaksakan pemuatannya. Anggap saja kiriman ini sekadar sebagai pemberitahuan bahwa saya sudah menuliskannya.
Semua itu saya kerjakan, karena saya terlanjur dikabarkan—terutama lewat Horison—sebagai penganjur Sastra Profetik. Dan saya merasa “berdosa” kalau tidak saya kirim ke Horison terlebih dahulu. Sekali lagi, jangan segan-segan untuk TIDAK MEMUAT.
Mohon berita lewat telepon 0274-881-xxx, terutama selepas pukul 8:00 malam.
Wassalamu’alaikum w.w.
Yogyakarta, 1 Februari 2005
Kuntowijoyo

[2] Ahmadun Yosi Herfanda, (mantan) Redaktur Sastra Republika, pernah menulis begini,
“Berhubung ada perubahan disain dan ukuran huruf untuk rubrik Sastra, maka para penyumbang naskah harap memperhatikan hal-hal sbb.
[a] Panjang naskah Cerpen dan Esei antara 7-8000 karakter (with space), diketik dengan program MSWord, dan tiap judul naskah dalam satu file.
[b] Untuk kolom Oase diutamakan sajak-sajak pendek, panjang tiap sajak tidak lebih dari satu layar MSWord (2-5 bait pendek).
[c] Dalam sekali kirim minimal enam judul sajak, dan dikemas dalam satu file, disertai biografi singkat dan foto diri close up bergaya santai.
[d] Semua naskah harus dikirim melalui email dengan sistem attachments ke sekretariat@republika.co.id ditujukan ke Redaktur Sastra, dan lampiri nomor rekening bank untuk pengiriman honor.
[e] Naskah-naskah yang tidak memenuhi prosedur di atas tidak akan diperhatikan. Terima kasih.

http://lakonhidup.wordpress.com/redaksi/

kirim naskah cerpen-Dongeng ke majalah Bobo

Syarat Teknis Penulisan Naskah Cerita

1.     Font: Arial
2.     Ukuran font: 12
3.     Jarak baris: 1,5
4.     Banyak kata: 600 – 700 kata untuk cerita 2 halaman
                            250 – 300 kata untuk cerita 1 halaman
5.     Di bawah naskah cerita tersebut, cantumkan:
        a.     Nama lengkap
        b.     Alamat rumah
        c.     Nomor telepon rumah/kantor/ handphone
        d.     Nomor rekening beserta nama bank, dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank)
6.     Lampirkan biodata singkat yang berisi poin nomor 5, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, dan
        pekerjaan.
7.     Naskah berserta biodata bisa dikirimkan via pos, ke alamat:
        Redaksi Majalah Bobo
        Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4
        Jalan Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530


Syarat Umum Penulisan Naskah Cerita

1.     Cerita harus asli, tidak menjiplak karya orang lain.
2.     Cerita tidak mengandung unsur kekerasaan, pornografi, atau yang menyinggung SARA
        (suku, agama dan ras)
3.     Tingkat kesulitan bahasa, kira-kira yang bisa dimengerti oleh anak kelas 4 SD.
4.     Menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
5.     Kata-kata berbahasa asing/daerah atau dialek tertentu, diketik dengan huruf italic.
6.     Alur cerita dan permasalahan cocok untuk anak-anak usia SD.
7.     Penulis yang naskahnya  diterima, akan mendapat honor setelah ceritanya dimuat, dan kiriman majalah
        Bobo sebagai nomor bukti pemuatan cerpen.
8.     Naskah yang tidak diterima, tidak akan dikembalikan. Diharapkan penulis menyimpan naskah asli.
9.     Berhubung banyaknya naskah yang dikirim ke redaksi Majalah Bobo, maka waktu penantian pemuatan
        cerita bisa memakan waktu minimal 4 bulan.
10.   Penulis yang ingin menarik kembali naskahnya untuk dikirim ke majalah lain, diharapkan
        pemberitahuannya terlebih dahulu ke redaksi Majalah Bobo, agar tidak terjadi pemuatan ganda.

CERITA ANAK kirim ke Kompas Anak

kirimnya hard copy sepertia biasa sih TR 12 spasi 1.5 terus kirim ke Kompas Anak alamatnya KEPADA YTH :
REDAKSI KOMPAS ANAK
JL. PALMERAH SELATAN NO 26 – 28
JAKARTA 10270
Di depan amplop bagian kiri atas di kasih note : CERITA ANAK tunggu sekitar 1-2 bulan, biasanya mereka mengabari dimuat dan tidak via surat :) selamat mencoba ya 

TIPS AGAR NASKAHMU BISA TERBIT DI DIVA PRESS

Naskah Fiksi (Tema bebas)
  • Menyertakan sinopsis cerita dan biodata lengkap (termasuk nomor yang dapat dihubungi)
  • Tidak ada batasan ketebalan naskah, kertas A4, spasi 2, font Times New Roman ukuran 12, batas margin kanan 4 cm, kiri 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm.

Naskah Nonfiksi (tema bebas)
  • Menyertakan ringkasan, daftar isi, folder gambar (jika di dalam naskah terdapat gambar), serta biodata lengkap.
  • Tidak ada batasan ketebalan naskah, kertas A4, spasi 2, font Times New Roman ukuran 12, batas margin kanan 4 cm, kiri 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm.

Naskah dapat dikirimkan melalui e-mail ke alamat: redaksi_divapress@yahoo.com. Atau, dapat dikirimkan maupun diantar langsung ke kantor redaksi kami dalam bentuk print-out beserta soft file.
Setiap naskah dalam bentuk print out yang dikirimkan ke redaksi DIVA Press dan ditolak, tidak akan dikembalikan kepada penulis. Penulis dipersilakan untuk mengambil naskah tersebut dengan datang langsung ke kantor redaksi maksimal 1 minggu setelah konfirmasi penolakan dari pihak redaksi. Naskah yang sudah dinyatakan ditolak tidak akan diterbitkan oleh DIVA Press dan akan dibuang agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.   

Konfirmasi penerimaan naskah akah diberikan maksimal 1 bulan setelah naskah sampai ke meja redaksi.

Naskah yang telah diterima hanya akan diedit oleh staf redaksi DIVA Press yang berwenang.

Oleh Edi Akhiles

Jika anda menulis dengan tujuan supaya bisa diterbitkan oleh penerbit, maka sangat tidak cukup bagi anda sekadar menulis dengan teknik baik, sistematika yang teratur, kajian matang, tidak plagiat, plus sumber refrensi yang kuat. Tidak! Anda masih perlu tahu satu kunci rahasianya lagi: BISA DIJUAL!
Yups, bisa dijual!
Oohhh, berarti DIVA Press nggak idealis dong kalau orientasinya adalah bisa dijual? Berarti DIVA Press kapitalis dong?
Ssssttt…jangan berisik gitu deh.
You should know one thing before talk to my hand: “Untuk dapat kertas, plate, tinta, lem, plastik, sampai kardus, paket, bensin, gaji karyawan, dan listrik, PAKE DUIT!”
Nah lho, duit beneran, bukan daun, apalagi janji palsu… Duit untuk bayar semua itu darimana? Dari buku yang laku! Buku yang nggak laku ya nggak ngasih duit. Belum lagi kalau ketipu orang to? Wwwkkk…udahlah untuk urusan nipu ini abaikan aja, biar ntar digebuki malaikat tahu rasa deh…(lihat, QS, 9:35, 49:12, 73:42). Biar mantep yang baca tips ini dah…
Aku nggak pernah bisa gol kok, seperti gol indah Messi, Iniesta, dan Xavi, nyoba bilang ke kantor PLN: “Pak, Bu, saya ini orang idealis, bahkan rela mati demi idealisme saya memperjuangkan kebenaran dan membasmi kebatilan di muka bumi ini. Karena saya orang idealis, maka saya tidak perlu bayar listrik pakai uang ya!”
Atau, dengan gaya orator ulang, saya bilang ke semua karyawan saya dalam sebuah meeting yang tanpa makan dan minum: “Tahukah kalian bahwa saya ini orang idealis, jadi gaji kalian tidak perlu saya bayar dengan duit. Hidup idealismeeeee…!!!” Kok sepiii yaaa…? Oooo ternyata pada kabur semua, nggak mau kerja lagi.
Teramat sangat banyak naskah yang masuk ke meja review saya, dalam setiap bulan bisa sampai di atas 200 naskah, yang sebagian besar “terpaksa” saya tolak bukan karena tidak sistematis, tidak detail kajiannya, tidak kebule-bulean atau kearab-araban daftar pustakanya, dll., tetapi lebih karena analisa kami bahwa ini tidak bisa dijual!
“Butul, butul, butul,” kata Pak Cik Pier Mohd yang juga nggak ngerti siapa gerangan bapak Upin dan Ipin itu saat kutanya waktu kunjungan ke kantor saya, seringkali naskah bagus secara materi dan penyajian terpaksa saya tolak karena temanya sangat tidak bisa dijual, tidak laku di pasaran. Vonis ini ada analisanya, risetnya, jam terbangnya, bukan asal bin ngawur atau pun kegenitan dan ugal-ugalan ala si Moko, Andit, Singgih, atau Kangmastono itu, dan biarlah jadi rahasia kami saja ya…hooo..hooo…
Akibatnya, tujuan supaya naskah yang ditulis bisa kami terbitkan, bahkan dibelain dengan riset dan juga air mata saking tertohoknya saat menulis kayak cerita lebay Endik Koeswoyo itu, gagal total. Ya, bukan karena jelek, tapi temanya basi, tidak menarik, dan kalau dipaksakan terbit pasti tidak laku!
Boleh jadi emang, vonis kami bahwa naskah ini tidak laku, karenanya tidak kami ambil, ternyata tidak diamini penerbit lain. Ya sudahlah, itu hanya soal ikhtilaf, perbedaan pendapat, dan we know, ikhtilaful ummati rohmatun!
Yang pasti, bila anda menulis untuk bisa terbit di kami, jangan lupakan satu hal: bisa dijual!
Dan, untuk tahu apa saja gerangan yang bisa dijual sekarang, bulan depan, atau tahun depan, ada dua teknik yang bisa dilakukan setiap penulis: (1) Jalan-jalan dong ke toko buku, liat deh terutama buku-buku yang dipajang di display bestseller, atau cari dong tema-tema yang unik, segar, atau perhatikan deh momen-momen khusus yang sedang bergulir. (2) Tanya deh pada kami langsung bahkan sebelum menulis, atau ajukan dulu deh judul, daftar isi, dan sinopsinya, asal nggak minta fee dulu. Kami siap membantu mengarahkan karya Anda supaya berada di shiratal mustaqim dengan pasar buku terkini. Boleh via email, phone, pesbuk, atau janji ketemuan di bawah pohon ciplukan dan krokot sambil bawa tikar dan rantang, wwkkk.wwkkkk….
Jika diprosentase, hanya 20% naskah masuk yang bisa kami terima. Aduuh, emannya yang 80% lagi, yang sudah ditulis dengan susah payah, terpaksa nggak bisa terbit hanya karena anda tidak memperhatikan apakah naskah anda bila diterbitkan akan laku atau tidak.
Ahhhh…sayangnya, sayangnya. Sampai sekarang, saya belum pernah menemukan secerumuk penerbit pun yang sedari awal menerbitkan buku dengan niat: “Biar rugi!”
Dudet ah..

Kantor Pusat Redaksi, Produksi, dan Distribusi
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno, Banguntapan Yogyakarta, 55197
Telp: (0274) 4353776, 7418727 (flexi)
Fax: (0274) 4353776
SMS: 081804374879
E-mail:
redaksi_divapress@yahoo.com (redaksi)
komunitasdivapress@yahoo.co.id (admin online)
Yahoo Messenger:
komunitasdivapress (admin online)
Facebook:
Komunitas Diva-Press (penuh)
Komunitas Diva-Press Kedua
Facebook Page:
Penerbit DIVA Press
Twitter:
divapress01
Blog:
blogdivapress.com


Kantor Perwakilan Jakarta
Jl. Kramat Buntu No. 4,
Kel. Keramat Kec. Senen
Jakarta Pusat
Telp/Fax. (021) 3159733, (021) 33745793

Kantor Perwakilan Surabaya
Jl. Medokan Semampir
AWS I No. 21
Surabaya, Jawa Timur
Telp. (031) 5965910, 08193109831

TIPS RAHASIA MENANG LOMBA CERPEN REMAJA PT ROHTO



(TOP SECRET CUMA UNTUK WARGA WR... DILARANG COPAS...!!!)
*silakan baca di sini saja JANGAN TULIS DI NOTE FB-nya, nanti bisa timbul masalah dengan panitia lomba, dan PP tidak tanggung jawab).

Saatnya Warga WR sapuh bersih juaranya dengan total hadiah Rp 95 juta.

Perhatikan baik-baik beberapa poin penting berikut ini.

Kelangkapan naskah:
  • Sinopsis (ditulis semenarik mungkin tentang jalan cerita dan kelebihan serta keunikan cerpennya. JANGAN MENULIS KELEMAHAN CERPEN JIKA TAK MAU NASKAHNYA MASUK TONG SAMPAH). Usahakan sinopsinya 1 halaman spasi 1,5, kalau sampai 4 halaman itu mah bukan sinopsis lagi.
  • Sertakan kemaskan Lip Ice atau segel Selsun, jika tidka menyertakan ini alamat naskah kamu masuk TONG SAMPAH.
  • Sertakan foto ukuran post card bentuk closeup, setengah badan, jangan cuma kepala saja yang difoto.
  • Sertakan biodata lengkap, tulis juga nama kamu di naskah cerpen. Jangan lalai, jika naskah cerpen kamu kenapa-kenapa dengan tanpa nama, dari pada bikin pusing malahan cerpen kamu itu masuk TONG SAMPAH.
  • Dijilit rangkap 3, termasuk yang asli, usahakan dengan jilid kertas filem supaya lebih rapi.
  • INGAT...!!! Ada ribuan CERPEN yang harus diseleksi awal oleh panitia, kurang saja satu syaratnya: NASKAH CERPEN KAMU LANGSUNG MASUK TONG SAMPAH.
  • Usahakan KIRIM MINIMAL 1 BULAN SEBELUM DEADLINE. Ingat, ada ribuan cerpen yang harus diseleksi awal, dan pengirim terakhir/dekat-dekat DL KEMUNGKINAN BESAR TIDAK DIBACA LAGI, karena sangking membludaknya.
*catatan: Sinopsis adalah penentu nasib naskah cerpen kamu apakah akan masuk nominasi atau tidak. Jika sinopsis kamu tidak menarik dan asal-asalan silakan gigit JARI deh.

Isi Cerpen:
  • Gunakan salah satu genre ini: 1) naturalis/realis atau 2) abstrak/suryalis.
  • TOKOH UTAMA WAJIB REMAJA: kisaran umur 10 sampai 25 tahun (dan belum menikah).
  • Masukan unsur-unsur lokalitas (kedaerahan) baik bahasa, nama tempat, nama-nama perkakas, nama-nama tokoh yang khas, dan seting cerita.
  • Masukan kritik sosial: seperti kesenjangan pendidikan, kemiskinan, kebudayaan (tentang pelestarian kebudayaan), lingkungan hidup, dll.

Gaya Bahasa dan Penulisan:
  • Gunakan bahasa Indonesia baku (pakai bahasa sastra bukan bahasa ilmiah atau jurnalistik).
  • HINDARI PENGGUNAAN BAHASA GAUL di narasi/deskripsi (DIBATASI cuma dalam kalimat dialog saja).
  • Tulis miring bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Bikin catatan kaki arti dari kata atau dialog daerah (cara, letakan kursor di ujung kata/kalimat dialog lalu tekan tombol: CTRL+ALT+F).
  • JANGAN MENULIS KALIMAT YANG PANJANG-PANJANG, idealnya maksimal 12-15 kata setiap kalimat.
  • Perhatikan pengaturan alenia/paragraf kalimat dialog JANGAN ditumpuk cuma satu halaman. Harus dijorokkan ke dalam (tekan Tab). JANGAN PAKAI SAMA RATA SEMUA DI SISI KIRI.
  • CANTUMKAN NOMOR HALAMAN.

Semoga menang.

Rabu, 29 Juni 2011

DICARI: Naskah ‘CULINARY OF INDONESIA (CoI)’


Bismillahirrahmanirrahim

a.       Tuangkan pengalamanmu / keluargamu / karibmu / temanmu / kenalanmu  tentang suka duka membangun dan menjalankan usaha kuliner kelas mikro / home industry, misalnya : pedagang bakso, usaha keripik rumah tangga,  waralaba tenda, dll atau usaha kuliner yang menjadi ciri khas daerahmu (kisah nyata).
Jika bersumber dari pengalaman orang lain dan narasumber memperkenankan, boleh menggambarkan ilustrasi modal awal dan pengembangan omset dari usaha

b.      Tidak menjadi masalah apakah usaha tsb sudah sukses / belum, karena yang akan dinilai adalah kreativitas dan tingkat usaha yang dapat menginspirasi pembaca

c.       Naskah ditulis dalam format rtf. MS Word TNR 1,5 spasi panjang 5 – 8 halaman dikirimkan ke tarapuccinogroup@yahoo.com beserta biodata dan nama FB. Beri judul subject : CI_(nama).

d.      Naskah disertai foto-foto pendukung (minimal 3 (tiga) foto dalam format jpg ukuran maksimal 75 kb/foto) dan tips pengembangan usaha (disertakan pada akhir kisah), semakin inspiratif kisah dan tips membangun usaha yang diuraikan, maka penilaian akan semakin baik.

Isi naskah bertujuan memberi informasi sebanyak mungkin tentang usaha kuliner, jadi naskah teman2 yang dikirimkan minimal harus memenuhi syarat2 :
a. Jenis usaha dan makanan yang dijual
b. Perincian biaya termasuk modal, omset dsb
c. Boleh menyertakan inspirasi dibalik kisah tapi tidak terlalu diprioritaskan
d. Foto-foto pendukung (minimal gambar penjual, tempat / lokasi berjualan dan makanan yang dijual)
e. Alamat lengkap lokasi usaha jadi bisa sekaligus untuk sarana promosi
f.  Bagi temans yang kebetulan singgah di note ini dan berminat ikut serta, silahkan konfirmasi via inbox FB Riawani Elyta

Terima kasih atas partisipasinya,

Salam,

Contoh naskah:

Angkringan, Solusi di tengah krisis


Apakah Angkringan itu? Mungkin buat anda yang berdomisili di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra atau pulau lain di luar Jawa masih merasa asing dengan istilah ini. Tapi tidak dengan mereka yang berdomisili di pulau Jawa, khususnya Jawa Tangah dan Yogyakarta. Istilah ini akrab dengan masyarakat. Angkringan berasal dari kata ‘Angkring’ atau ‘Nangkring’ yang berarti duduk dengan posisi nyaman, terkadang dengan mengangkat salah satu kaki di kursi. Istilah Angkringan lebih banyak digunakan di Yogyakarta. Di daerah Magelang dikenal dengan istilah ‘Kucingan’. Sedangkan di daerah Solo khas dengan sebutan ‘Hik’. Meskipun dikenal dengan istilah berbeda, tapi pada dasarnya memiliki konsep yang sama.
Angkringan berwujud sebuah gerobak dorong yang berisi penuh dengan aneka makanan, minuman dan jajanan. Biasanya mulai beroperasi pada sore hari sampai dini hari bahkan ada yang menjelang pagi. Yang khas dari angkringan ini karena penerangannya masih menggunakan lampu teplok / lampu Senthir. Kadang ada pula yang hanya mengandalkan temaramnya lampu-lampu mercury jalanan.
Menu khas yang disajikan adalah nasi hik atau segi kucing. Disebut sego kucing bukan karena dibuat dari daging kucing! Sama sekli bukan! Tapi karena nasi yang dijual dengan dibungkus daun pisang ini hanya sebesar kepalan tangan dengan lauk ikan banding sebesar ukuran jari kelingking plus sambel. Benar-benar seperti makanan jenis dan porsi makanan kucing. Tapi justru karena sedikit inilah letak kenikmatannya.
Sejarah istilah hik sampai sekarang belum bisa terjawab dengan pasti. Konon, sekitar tahun 90-an banyak yang menjajakan dagangan berupa nasi, gorengan dan aneka jajan lain dengan dipikul berkeliling kampung sambil meneriakkan “hiiiik, hiiiik”. Akhirnya orang-orang menamainya dengan ‘Bakul Hik’ atau ‘Pedagang Hik’. Saat ini sudah jarang ditemukan pedagang hik dengan pikulan tersebut. Namun sebaliknya banyak sekali dijumpai pedagang hik dengan gerobak yang ditutup terpal atau tenda plastik lengkap dengan kursi panjang dan atribut lesehan lainnya seperti tikar dan bangku(meja) kecil.
Menu-menu makanan di angkringan semakin hari semakin bervariasi. Selain nasi hik dan gorengan (tempe goreng, mendoan,pisang goreng, tahu goreng dan bakwan), ada pula sate usus atau sate tusuk, ceker ayam, tahu bacem, tempe bacem dan kerupuk. Selain itu ada primadona baru yang di beri nama ‘Pisang Owol’ (pisang bakar) dan ‘Apollo’ ( Jadah bakar susu). Untuk aneka gorengan itu kita bisa ‘ngangeti’ (menghangatkan kembali) dengan cara dibakar di atas bara api kecil.
Untuk menu minumannya ada teh panas, wedang jahe, wedang jeruk, wedang kopi, kopi jahe, susu jahe dan wedang tape. Kita juga bebas mencampur-campur minuman sesuai selera kita seperti Teh susu (Teh dicampur susu), Teh jahe (Teh campur jahe) atau Teh Kampul (Wedang teh diberi irisan jeruk nipis yang dimasukkan ke dalamnya).
Dengan hanya mengeluarkan uang RP 3.000 saja kita sudah dapat sebungkus nasi, gorengan dan segelas minuman. Murah sekali bukan?!
Konsumen angkringan sendiri sudah bergeser dari yang semula golongan ekonomi menengah ke bawah,pada kenyataannya sekarang terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari tukng ojek, anak kost, pegawai kantor, dokter, budayawan, seniman bahkan pejabat dan eksekutif tdak sungkan-sungkan untuk menghabiskan malam dengan menyantap aneka makanan dan minuman di angkringan. Perilaku konsumen angkringan juga bermacam-macam. Ada yang hanya membeli untuk dibawa pulang, ada yang membeli, makan ditempat sebentar lalu pulang. Ada pula yang terjadi adalah membeli, makan sambil ngobrol ditempat, membeli lagi dan ngobrol lagi bersama rekan-rekan maupun orang-orang yang ditemui disana. Biasanya mereka ngobrol kasana kemari tentang politik, ekonomi atau hal-hal lain yang sedang tren. Otomatis di angkringan tidak ada pembedaan strata social,agama maupun ras. Mereka semua sama,sebagai sosok manusia yang makan dan minum dari tangan penjual yang sama.

--- Pengalaman seorang tetangga---

Badai krisis 1998 banyak membawa dampak di segala aspek kehidupan utamanya dalam bidang ekonomi. Banyak pemutusan hubungan kerja besar-besaran karena perusahaan tidak mampu menutup biaya operasional. Hal ini pula yang terjadi dengan tetangga saya, sebut saja namanya bang Maman. Dia terpaksa di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Kebutuhan hidup yang semakin hari semakin banyak, mau tidak mau mendesaknya untuk berfikir keras kira-kira usaha apa dengan modal tidak begitu besar yang harus ia jalankan demi menyambung kehidupannya beserta istri dan 3 orang anaknya yang sudah beranjak masuk bangku kuliah dan sekolah menengah atas. Semua itu tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Atas saran saudara-saudaranya akhirnya bang Maman mencoba peruntungan dengan berjualan mie ayam dan bakso. Usaha ini berjalan kira-kira hanya 2 bulan saja. Dasarnya belum rezeki, warung sederhana di beranda rumahnya itupun sepi karena banyaknya pedagang mie ayam dan bakso yang sudah lebih dulu ada dan berjaya. Dengan berat hati bang maman menutup warungnya. Lepas dari berjualan mie ayam dan bakso tidak lantas membuat bang Maman berpangku tangan. Atas saran seorang temannya yang tinggal di daerah solo dan sudah lama menggeluti usaha angkringan, akhirnya bang Maman mulai merintis usaha yang sama. Dengan mengandalkan modal dari salah satu program kredit usaha rakyat salah satu bank terkemuka, bang Maman mulai membuat gerobak dengan tangannya sendiri. Sementara istri dan anak-anaknya yang kebetulan  perempuan semua bersama-sama   memasak dan mengemas aneka makanan dan snack sendiri. Angkringan bang Maman mulai beroperasi jam 5 sore sampai dini hari dipinggir jalan raya dekat rumah yang ramai dilalui orang. Kebetulan kampung kami terletak dipinggiran kota, sehingga ramai dengan pangkalan ojek, angkot dan bis kota. Kegigihan bang Maman membuat usahanya ini berhasil.Bang Maman bisa membuat rumah dan mengkredit motor. Yang lebih membahagiakan lagi 3 orang anak perempuannya bisa kuliah semua. Tak terasa sudah lebih dari 10 tahun bang Maman bergelut di bidang angkringan dan sampai sekarang ia masih setia dengan usahanya ini.

Bagi anda yang ingin memulai usaha dengan memiliki modal usaha kecil-kecilan, warung makan angkringan bisa menjadi pilihan. Sebelum memulai usaha ini, yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah mengadakan survey lokasi di daerah yang akan ditempati. Setelah itu kita mencari orang yang bisa menyuplai menu makanan (Sistem Konsinyasi). Apabila kita mampu membuat menu makanan sendiri, maka itu akan lebih menguntungkan. Bagaimana kita bisa mengambil keuntungan? Hampir kebanyakan usaha warung makan, keuntungan di ambil dari minuman (Teh, kopi, jahe dll). Sementara untuk jenis lain juga memberi keuntungan tapi tidak terlalu signifikan. Modal yang diperlukan berkisar antara Rp 2.000.000,- sampai Rp 2.500.000,-
Berikut ini adalah anggaran atau analisa ekonominya :
      *    Pembuatan gerobak                                                    : Rp1.500.000,-
            Terpal/tenda                                                                 : Rp   150.000,-
            Peralatan masak(teko,gelas,sendok,tempat arang dll): Rp 250.000,-
            Bumbu-bumbu dapur(gula, teh, kopi, jahe, susu dll) : Rp   100.000,-
            Jumlah                                                                             Rp. 2.000.000,-

  • Keuntungan per hari (misal dengan konsinyasi/titipan) :
Minuman, 50XRp 1.000,-               : Rp      50.000,-
Makanan  50XRp     250,-               : Rp      12.500,-
Snack       50XRp     100,-               : Rp        5.000,-
Jumlah                                              : Rp       67.500,-

Laba kotor per bulan Rp 67.500 X 30   : Rp  2.025.000,-

  • Biaya operasional per bulan
Biaya listrik                                              : Rp      30.000,-
Gaji karyawan                                           : Rp    750.000,-
Jumlah                                                       : Rp    780.000,-
Laba bersih = Laba kotor – Biaya opersional
                    = Rp. 2.025.000, - Rp 780.000,-
                   = Rp 1.245.000,-
Analisa ekonomi di atas dengan menggunakan sistem konsinyasi / kita mengambil menu makanan dari penyuplai makanan. Akan lebih menguntungkan lagi kalau kita sendiri yang membuatnya.
Angkringan mungkin identik dengan Yogyakarta, Solo dan sekitarnya. Sampai ada yang bilang kalau kebetulan sedang berlibur ke daerah-daerah ini rasanya belum lengkap kalau belum ke angkringan. Tapi konsep usaha ini bisa diterapkan dimana saja. Membuka warung angkringan ini relatif mudah dan membutuhkan modal yang tidak terlalu besar.masyarakat beranggapan makan di angkringan harganya jauh lebih murah dengan menu makanan yang lebih lengkap, serasa makan di rumah sendiri. Angkringan merupakan sebuah peluang usaha sederhana yang bisa mendatangkan keuntungan jika anda telaten menggelutinya. Salah satu kunci keberhasilan jika anda ingin membangun usaha ini adalah pemilihan lokasi, karena lokasi bisa mempengaruhi minat pembeli di sekitarnya. Lokasi untuk warung angkringan yang sering dipilih antara lain tempat pangkalan ojek, taksi, becak, daerah kost-kost’an, daerah sekitar kampus,ruko-ruko, supermarket/mall, pinggir jalan raya sampai daerah pertokoan. Lokasi-lokasi tersebut biasanya bisa menghadirkan pembeli lebih banyak.
Agar lebih menarik minat pembeli ada baiknya menu makanan dan minuman lebih divariasi. Misalnya, nasi hik yang semula hanya berlauk sambel dan banding bisa divariasi dengan sambel teri, oseng-oseng tempe atau oseng-oseng kacang.
Untuk aneka gorengan bisa divariasi dengan ubi, rolade, risoles, martabak dan lain-lain. Untuk aneka minuman, kalau memungkinkan divariasi dengan aneka jus buah. Untuk snack divariasi dengan aneka keripik, kacang dan cemilan ringan lainnya. Disamping itu kita juga harus pintar-pintar mempertahankan cita rasa kalau mau usaha angkringn ini berjalan lama. Dalam perkembangannya angkringan sekarang ini ada yang menerapkan konsep waralaba, sehingga memungkinkan kita untuk membuka cabang di daerah lain jika usaha tersebut sudah berjalan lancar dan sukses.







Biodata :

Dreamyhollic Santi, saat ini tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Sejak kecil gemar membaca. Suka corat-coret tidak jelas di sela-sela waktu luang antara kerja dan kuliah. Semakin mencintai buku saat coretan isengnya lolos dalam Antologi Flash Fiction "Persembahan Kupu-Kupu" (bersama Akhi Dirman Al-Amin Dkk).
Santi bisa dihubungi lewat Dreamyhollic@gmail.com atau www.Dreamyhollic.blogspot.com